Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda`wah Putri

Yayasan Tarbiyatul Islamiyah

SMP Terpadu Riyadlul Ulum Wadda`wah Putri

Condong RT. 01 RW. 04 Kel. Setianegara Kec. Cibeureum 46196 Tasikmalaya Prov. Jawa Barat

Tlp. (0265) 7520632 / 7520586 / 7520637 / 7520630 - NSS: 202327806035 - NPSN: 69896703

TERKINI: VISI : Membangun insan paripurna yang berakhlakul karimah, berwawasan ilmiyah dan memiliki daya saing dalam menghadapi era globalisasi yang dilandasi oleh ilmu amaliyah, amal ilmiyah dan motto hidup sekali hiduplah yang berarti. MISI : 1.Menanamkan akidah yang kuat. 2.Memiliki jiwa kesederhanaan dan kemandirian. 3.Memperkuat ukhuwah islamiyah, wathoniah dan basyariah. 4.Berpikir luas, kreatif dan inovatif. 5.Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan dan kebenaran

CARI TULISAN


PENGUMUMAN TERBARU

Info Pendaftaran PSB 2018-2019

(02/02/2017) GELOMBANG I Pendaftaraan Tgl 01 Januari s/d 01 Maret 2018 Test Seleksi dan Psikotes dilaksanakan Tgl 04 Maret 2018, Pukul 07.30 - ...

translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Pengunjung

free counters

JADWAL KEGIATAN


Olimpiade Bahasa Inggris Ke V

Tgl. 16/10/2016 | Pukul 12:00 am
s/d. 16/10/2016 | Pukul 12:00 am

Tempat: Pondok Pesantren Condong

Masa Ujian UAS

Tgl. 28/11/2015 | Pukul 8:00 am
s/d. 17/12/2015 | Pukul 12:00 am

Tempat: SMP Terpadu Riyadlul Ulum Wadda`wah

Terjemahan Al-Qur`an



LOGIN FORM



Lupa Password? | Register »

POLLING SINGKAT

Histats

Halaman Facebook

No Kontak

Pengasuhan Putra (0265) 7520632

Pengasuhan Putri (0265) 7520586 

Staf Tata Adm Sekolah (0265) 7520637 

Staf Adm Keuangan (0265) 7520630

BERITA & ARTIKEL


Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane Pisan

Diupdate Tgl. 30/01/2016 | Berita | Administrator | Dilihat 463x

 

Oleh, Drs. KH. Mahmud Farid, M.Pd.*

Pondok adalah lahan perjuangan bagi kyainya, guru-gurunya, santri-santrinya, dan anshorul ma’had yang lain. Di  sini adalah tempat penyemaian amal shaleh; pabrik kebaikan dan markas orang-orang yang ingin beruntung sebagaimana anjuran Allah dalam Q.S. Al-Ashr; yaitu mereka yang beriman, beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Pondok bukanlah perusahaan atau lembaga kapitalis. Seiring zaman yang semakin modern- di saat banyak sekolah berubah menjadi sapi perahan bagi pemiliknya- kita lantas tidak latah menyebut pesantren sebagai tempat usaha dan ladang kehidupan; santri wajib bayar SPP, guru lantas memberikan jasa. Kyai tidak sedang mencari uang, guru tidak sedang mencari gaji, dan wali santri tidak sedang membeli jasa. Tidak sama sekali!

Maka di pondok kita tidak mengenal take and give. Tapi give, give, and give. Kyai mengerahkan sekuat tenaga bekerja sebagaikhodimul ma’had. Guru-guru dan karyawan bergerak sepenuh hati sebagai anshorul ma’had, dan santri-santri mengambil bagian sebagai tholibul ‘ilmi. Semuanya berjalan dalam lingkungan perjuangan li izzatil Islam wal Muslimin.

Maka dari itu, prasyarat utama berjuang di sini adalah keikhlasan. Guru harus ikhlas dalam mendidik santri-santrinya, dan santri-santri harus ikhlas mendapatkan pendidikan dari guru-guru. Guru-guru mengajar mengikuti panggilan jiwa mereka, bukan panggilan untuk mendapatkan kesenangan duniawi. Di Condong, guru tidak dibayar karena mengajar, mengawas, dan memeriksa soal-soal ujian. Yang ada adalah, pimpinan pesantren berusaha untuk memenuhi kesejahteraan guru supaya total dan menjalankan tugas-tugas kepesantrenan.

Maka wajar, kita melihat banyak guru dan santri yang keluar dari pondok, karena tidak ikhlas mendidik dan dididik.

Berjuang di pesantren Condong adalah implementasi dari janji kita kepada Allah untuk hidup karena-Nya dan di jalan-Nya. Perhatikan komitmen yang kita bacakan setiap shalat, “Inna shalati, wa nusuki, wa mahyaaya, wa mamaati, lillahi rabbil ‘alamiin.” Sesungghunya shalat saya, ibadah saya, hidup saya, dan mati saya, hanya untuk Sang Penguasa alam semesta. Untuk itulah berjuang di sini menjadi hal yang sakral; karena menyangkut komitmen kita pada Allah.

Berjuang di sini berarti menuruti titah Baginda Rasul Muhamamd SAW. Beliau bersabda, “Balligu ‘anni walau aayaah.”Sampaikanlah dariku walau satu ayat. Kita ingin menjadi bagian dari warisatul anbiyaa, pewaris para nabi; yang menyiarkan syiar agama Allah, yang ikut menyebarkan ajaran-Nya di muka bumi. Dalam titik ini, berjuang di pondok berarti memperjuangkan agama Allah.

Karena perjuangan ini sakral; menyangkut janji kita kepada-Nya, kami yakin bahwa mati di jalan perjuangan ini adalah jihad fisabilillah. Allah pun sudah menegaskan dalam Q.S. At-Taubah ayat 122 yang menginstruksikan sebagian umat Islam untuk tidak pergi ke medan perang, akan tapi berjuang di medan pena untuk memperdalam pengetahuan mereka. Kita bisa melihat jalan yang kita lalui insya Allah sama sucinya dengan berperang melawan musuh-musuh Allah.

Maka, kalau saja para mujahid yang berperang di jalan Allah siap mengorbankan harta dan jiwa mereka, mengapa kita tidak bisa? Kita harus siap berkorban bondo, bahu, pikir lek perlu sak nyawane pisan! Kita berkorban dalam memperjuangkan pondok dengan benda kita, badan kita, pikiran kita, dan kalau perlu nyawa kita sekalian. Inilah bentuk totalitas perjuangan yang sebenarnya.

Suatu saat kami pernah dipanggil pihak kepolisian atas tindakan yang dilakukan oleh bagian keamanan OSPC yang menghukum salah satu santri yang kedapatan mencuri. Ayah santri tersebut kebetulan adalah seorang polisi dan tidak menerima perlakukan bagian keamanan OSPC yang menjalankan tugasnya menegakkan disiplin pondok. Waktu itu, kami, mewakili ayah kami sebagai pimpinan pondok, datang ke kantor polisi ditemani beberapa kolega. Dan ternyata apa yang terjadi? Kami disiksa, dipukuli, ditelanjangi, disundut puntung rokok, dan dikata-katai hal-hal yang tidak senonoh. Lantas dengan kejadian ini, apakah kami berhenti berjuang dalam mendidik di pesantren ini? Insya Allah tidak! Ini adalah bagian dari resiko perjuangan.

Di lain waktu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena pondok tidak memberikan gaji, kami berwirausaha dengan beternak ayam. Suatu waktu, kandang ayam kami terbakar, dan kami pun ikut terbakar. Beberapa bagian tubuh melepuh karena panasnya api. Terus, paska kejadian ini, apakah kami meninggalkan pondok? Nyatanya, alhamdulillah kami masih di sini. Berjuangkan memajukan pondok untuk izzatul islam wal muslimiin.

Karenanya kami sadar, bahwa totalitas dan keikhlasan adalah prasyarat utama berjuang di pondok ini. 






CARI TULISAN


PENGUMUMAN TERBARU

Info Pendaftaran PSB 2018-2019

(02/02/2017) GELOMBANG I Pendaftaraan Tgl 01 Januari s/d 01 Maret 2018 Test Seleksi dan Psikotes dilaksanakan Tgl 04 Maret 2018, Pukul 07.30 - ...

translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Pengunjung

free counters

JADWAL KEGIATAN


Olimpiade Bahasa Inggris Ke V

Tgl. 16/10/2016 | Pukul 12:00 am
s/d. 16/10/2016 | Pukul 12:00 am

Tempat: Pondok Pesantren Condong

Masa Ujian UAS

Tgl. 28/11/2015 | Pukul 8:00 am
s/d. 17/12/2015 | Pukul 12:00 am

Tempat: SMP Terpadu Riyadlul Ulum Wadda`wah

Terjemahan Al-Qur`an



LOGIN FORM



Lupa Password? | Register »

POLLING SINGKAT

Histats

Halaman Facebook

No Kontak

Pengasuhan Putra (0265) 7520632

Pengasuhan Putri (0265) 7520586 

Staf Tata Adm Sekolah (0265) 7520637 

Staf Adm Keuangan (0265) 7520630

RANDOM ARTIKEL

BERITA LAINNYA

RADOM PAGE

GALERI PHOTO

Depag Masjid Puteri St.Maryam Al-Azhar Mini Market

KONTAK KAMI